SISTEM BUS

14 11 2008

Makalah

SISTEM BUS

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang atas petunjuk dan izin-Nya, tugas ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya dan sebagaimana adanya.

Pembuatan tugas ini adalah merupakan salah satu proses pembelajaran dalam mata kuliah “Pengantar Arsitektur Komputer”. Dan ringkasan permasalahan yang menjadi titik berat dalam pembahasan penyusun kali ini yakni menyangkut beberapa aspek mengenai “Sistem Bus” dengan batasan-batasan tertentu.

Penyusun menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang turut terlibat dalam menyelesaikan tugas ini. Ucapan terima kasih tersebut terutama penulis tujukan kepada :

1. Orang tua tercinta, yang dengan penuh rasa tanggung jawab telah bersusah payah memotivasi, mendidik dan membiayai penyusun.

2. Ibu Rosida Nur Aziza, yang merupakan dosen dari mata kuliah Pengantar Arsitektur Komputer atas masukan dan bimbingannya.

3. Rekan – rekan mahasiswa/i sekalian, serta seluruh pihak yang tidak dapat penyusun sebutkan satu-persatu.

Penyusun menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam tugas ini, namun penyusun berharap agar tugas ini dapat menjadi bahan pertimbangan dalam usaha untuk memperluas wawasan serta pengetahuan kita di kemudian hari.

Jakarta, Oktober 2008

Penyusun

SISTEM BUS

Bus Sistem dan Bus I/O

 Bus sistem, yang menghubungkan CPU dengan RAM, dan

 Bus I/O, yang menghubungkan CPU dengan komponen-komponen lain.

Pada intinya, bus sistem merupakan bus pusat. Sesungguhnya bus sistem

berhubungan dengan bus I/O, seperti yang terlihat di bawah ini. Gambar di bawah ini

tidak tepat benar, karena arsitektur yang sesungguhnya sangat rumit, tetapi

menunjukkan hal-hal yang penting, bahwa bus-bus I/O biasanya berasal dari bus

sistem.

Bus Sistem Dan Bus I/O

Bus Sistem

Bus sistem menghubungkan CPU dengan RAM dan mungkin sebuah buffer

memory/memori penyangga (cache L2). Bus sistem merupakan bus pusat. Bus-bus

yang lain merupakan pencabangan dari bus ini.

Bus sistem ada di motherboard. Bus ini dirancang sesuai dengan spesifikasi CPU.

Teknologi prosesor menentukan ukuran bus sistem. Pada saat yang sama,

teknologi sistem bus berkembang untuk meningkatkan kecepatan “traffic”/”lalu

lintas” pada motherboard. Bus sistem yang semakin cepat memerlukan komponenkomponen

elektronik lainnya yang semakin cepat juga.

Terlihat bahwa kecepatan bus sistem mengikuti batas kecepatan CPU. Bermula

pada CPU generasi keempat 80486DX2-50 kecepatan dua kali digunakan. Hal ini

menyebabkan CPU dapat mempunyai frekuensi clock internal lebih tinggi.

Frekuensi clock external, digunakan di bus sistem, hanya setengah dari frekuensi

internal.

Bus 66 MHz

Untuk waktu yang lama semua Pentium berdasar komputer dengan bus sistem 60

atau 66 MHz, yang lebarnya 64 bit.

Bus 100 MHz

Kecepatan bus sistem telah meningkat di 1998. Menggunakan SDRAM PC100 yang

mempunyai kecepatan 100 MHz terbukti dengan baik dan berikutnya

menggunakan RDRAM yang akan memberi kecepatan yang lebih tinggi.

Peningkatan kecepatan dari 66 MHz ke 100 MHz mempunyai pengaruh terbesar

pada CPU-CPU dan board/papan Socket 7. Pada modul-modul Pentium-II 70-80%

lalu lintas terjadi pada modul SEC, termasuk cache L1 dan L2. Dan modul

tersebut mempunyai kecepatan sendiri yang tidak bergantung dengan bus sistem.

Dengan K6 peningkatan kecepatan bus sistem memberikan peningkatan unjuk

kerja yang sangat besar karena lalu lintas antara cache L1 dan L2 melewati bus

sistem.

Intel telah mengumumkan chipset JX yang digunakan dengan Pentium III untuk

memaksa bus sistem hingga 133 MHz. AMD mengubah arsitektur bus sistem pada

proyek K7-nya; yang bukan merupakan bus sistem lagi namanya.

Motherboard dengan bus 100 MHz harus mempunyai konstruksi/rancang bangun

yang baik dengan power supply dan kapasitor-kapasitor yang bagus.

Bus-bus I/O

Bus-bus PC merupakan “highway”/”jalan raya” data utama pada system board/papan

sistem. Bus “pertama” adalah bus sistem, yang menghubungkan CPU dengan RAM.

Disebut juga local bus/bus lokal. Kecepatan dan lebarnya bergantung pada jenis CPU

yang terpasang pada motherboard. Biasanya, bus sistem mempunyai lebar 64 bit dan

kecepatan pada 66 MHz. Kecepatan yang tinggi ini menimbulkan beberapa gangguan

elektronik dan masalah-masalah lainnya. Oleh karena itu, kecepatan tersebut harus

dikurangi saat kita menghubungkan dengan kartu-kartu ekspansi dan beberapa

komponen lainnya. Sangat sedikit kartu-kartu ekspansi yang dapat bekerja pada

kecepatan lebih dari 40 MHz. Oleh karena itu, PC-PC modern mempunyai bus-bus

tambahan.

Komputer-komputer pribadi yang pertama hanya mempunyai satu bus, yang

menghubungkan CPU, RAM, dan komponen-komponen I/O.

Bus-Bus Pada Komputer Pribadi Pertama

Generasi CPU pertama dan kedua yang lebih tua mempunyai kecepatan frekuensi

clock relatif rendah, dan semua komponen sistem dapat bekerja pada kecepatan

tersebut. Diantara hal-hal lainnya, ialah diperbolehkannya RAM tambahan

dipasang pada slot ekspansi pada PC, dengan menginstall sebuah adapter pada

slot ekspansi yang kosong. Sebuah adapter, dimana RAM terletak. Hal itu tidak

dapat dipikirkan saat ini.

Berawal tahun 1987, Compaq mengambarkan bagaimana memisahkan bus sistem

dari bus I/O, sehingga bus-bus tersebut dapat mempunyai kecepatan yang

berbeda. Arsitektur multi-bus telah menjadi standar industri sejak itu.

Komputer-komputer pribadi modern juga mempunyai lebih dari satu bus I/O.

Apa yang dilakukan bus I/O? Bus-bus I/O menghubungkan CPU dengan semua

komponen yang lain, kecuali RAM. Data berpindah pada bus-bus I/O dari satu

komponen ke komponen yang lain, dan data dari komponen-komponen lain ke CPU

dan RAM. Bus-bus I/O berbeda dari bus sistem dalam kecepatan. Kecepatannya

akan selalu lebih rendah dari kecepatan bus sistem. Telah bertahun-tahun,

bermacam-macam bus-bus I/O telah dikembangkan.

Pada PC modern, biasanya akan ditemukan empat bus:

 Bus ISA, merupakan bus kecepatan rendah yang tua, segera akan dikeluarkan

dari rancangan PC.

 Bus PCI, merupakan bus kecepatan tinggi yang baru.

 Bus USB (Universal Serial Bus), merupakan bus kecepatan rendah yang baru.

 Bus AGP yang hanya digunakan untuk kartu grafis.

Telah disebutkan sebelumnya, bus-bus I/O benar-benar merupakan perluasan

pada bus sistem. Pada motherboard, bus sistem berakhir pada chip kontroler,

yang membentuk jembatan dengan bus-bus I/O.

Semua bus telah menjadi sangat penting dalam pertukaran data di PC.

Sesungguhnya, semua komponen kecuali CPU berkomunikasi dengan komponen

yang lain dan dengan RAM melewati bus-bus I/O yang berbeda. Di bawah ini

terlihat hubungan logika tersebut:

Bus-Bus Mempunyai Peranan Penting Dalam Pertukaran Data Di PC

Bus I/O Secara Fisik

Secara fisik, bus I/O terdiri dari satu atau lebih jalur pada PCB (Printed Circuit

Board)/papan rangkaian tercetak. Jalur-jalur ini digunakan sebagai:

 Jalur-jalur data, yang masing-masing jalur dapat memindahkan satu bit tiap saat

 Jalur-jalur alamat, yang menentukan dimana data-data harus dikirim

 Jalur-jalur lain untuk tik clock, tegangan, sinyal pemeriksa, dll.

Daftar Pustaka

Andrew S. Tanenbaum, “Organisasi Komputer Terstruktur”, Pearson Education Pte.Ltd

Soepono Soeparlan, Pengantar Organisasi Komputer, Penerbit Gunadarma

William Stallings, 2003, architecture and computer organitation, prentice-hall, USA

www.google.co.id

www.pcguide.com

www.id.wikipedia.org

www.yahoo.co.id