Makalah
SISTEM BUS
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang atas petunjuk dan izin-Nya, tugas ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya dan sebagaimana adanya.
Pembuatan tugas ini adalah merupakan salah satu proses pembelajaran dalam mata kuliah “Pengantar Arsitektur Komputer”. Dan ringkasan permasalahan yang menjadi titik berat dalam pembahasan penyusun kali ini yakni menyangkut beberapa aspek mengenai “Sistem Bus” dengan batasan-batasan tertentu.
Penyusun menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang turut terlibat dalam menyelesaikan tugas ini. Ucapan terima kasih tersebut terutama penulis tujukan kepada :
1. Orang tua tercinta, yang dengan penuh rasa tanggung jawab telah bersusah payah memotivasi, mendidik dan membiayai penyusun.
2. Ibu Rosida Nur Aziza, yang merupakan dosen dari mata kuliah Pengantar Arsitektur Komputer atas masukan dan bimbingannya.
3. Rekan – rekan mahasiswa/i sekalian, serta seluruh pihak yang tidak dapat penyusun sebutkan satu-persatu.
Penyusun menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam tugas ini, namun penyusun berharap agar tugas ini dapat menjadi bahan pertimbangan dalam usaha untuk memperluas wawasan serta pengetahuan kita di kemudian hari.
Jakarta, Oktober 2008
Penyusun
SISTEM BUS
Bus Sistem dan Bus I/O
Bus sistem, yang menghubungkan CPU dengan RAM, dan
Bus I/O, yang menghubungkan CPU dengan komponen-komponen lain.
Pada intinya, bus sistem merupakan bus pusat. Sesungguhnya bus sistem
berhubungan dengan bus I/O, seperti yang terlihat di bawah ini. Gambar di bawah ini
tidak tepat benar, karena arsitektur yang sesungguhnya sangat rumit, tetapi
menunjukkan hal-hal yang penting, bahwa bus-bus I/O biasanya berasal dari bus
sistem.
Bus Sistem Dan Bus I/O
Bus Sistem
Bus sistem menghubungkan CPU dengan RAM dan mungkin sebuah buffer
memory/memori penyangga (cache L2). Bus sistem merupakan bus pusat. Bus-bus
yang lain merupakan pencabangan dari bus ini.
Bus sistem ada di motherboard. Bus ini dirancang sesuai dengan spesifikasi CPU.
Teknologi prosesor menentukan ukuran bus sistem. Pada saat yang sama,
teknologi sistem bus berkembang untuk meningkatkan kecepatan “traffic”/”lalu
lintas” pada motherboard. Bus sistem yang semakin cepat memerlukan komponenkomponen
elektronik lainnya yang semakin cepat juga.
Terlihat bahwa kecepatan bus sistem mengikuti batas kecepatan CPU. Bermula
pada CPU generasi keempat 80486DX2-50 kecepatan dua kali digunakan. Hal ini
menyebabkan CPU dapat mempunyai frekuensi clock internal lebih tinggi.
Frekuensi clock external, digunakan di bus sistem, hanya setengah dari frekuensi
internal.
Bus 66 MHz
Untuk waktu yang lama semua Pentium berdasar komputer dengan bus sistem 60
atau 66 MHz, yang lebarnya 64 bit.
Bus 100 MHz
Kecepatan bus sistem telah meningkat di 1998. Menggunakan SDRAM PC100 yang
mempunyai kecepatan 100 MHz terbukti dengan baik dan berikutnya
menggunakan RDRAM yang akan memberi kecepatan yang lebih tinggi.
Peningkatan kecepatan dari 66 MHz ke 100 MHz mempunyai pengaruh terbesar
pada CPU-CPU dan board/papan Socket 7. Pada modul-modul Pentium-II 70-80%
lalu lintas terjadi pada modul SEC, termasuk cache L1 dan L2. Dan modul
tersebut mempunyai kecepatan sendiri yang tidak bergantung dengan bus sistem.
Dengan K6 peningkatan kecepatan bus sistem memberikan peningkatan unjuk
kerja yang sangat besar karena lalu lintas antara cache L1 dan L2 melewati bus
sistem.
Intel telah mengumumkan chipset JX yang digunakan dengan Pentium III untuk
memaksa bus sistem hingga 133 MHz. AMD mengubah arsitektur bus sistem pada
proyek K7-nya; yang bukan merupakan bus sistem lagi namanya.
Motherboard dengan bus 100 MHz harus mempunyai konstruksi/rancang bangun
yang baik dengan power supply dan kapasitor-kapasitor yang bagus.
Bus-bus I/O
Bus-bus PC merupakan “highway”/”jalan raya” data utama pada system board/papan
sistem. Bus “pertama” adalah bus sistem, yang menghubungkan CPU dengan RAM.
Disebut juga local bus/bus lokal. Kecepatan dan lebarnya bergantung pada jenis CPU
yang terpasang pada motherboard. Biasanya, bus sistem mempunyai lebar 64 bit dan
kecepatan pada 66 MHz. Kecepatan yang tinggi ini menimbulkan beberapa gangguan
elektronik dan masalah-masalah lainnya. Oleh karena itu, kecepatan tersebut harus
dikurangi saat kita menghubungkan dengan kartu-kartu ekspansi dan beberapa
komponen lainnya. Sangat sedikit kartu-kartu ekspansi yang dapat bekerja pada
kecepatan lebih dari 40 MHz. Oleh karena itu, PC-PC modern mempunyai bus-bus
tambahan.
Komputer-komputer pribadi yang pertama hanya mempunyai satu bus, yang
menghubungkan CPU, RAM, dan komponen-komponen I/O.
Bus-Bus Pada Komputer Pribadi Pertama
Generasi CPU pertama dan kedua yang lebih tua mempunyai kecepatan frekuensi
clock relatif rendah, dan semua komponen sistem dapat bekerja pada kecepatan
tersebut. Diantara hal-hal lainnya, ialah diperbolehkannya RAM tambahan
dipasang pada slot ekspansi pada PC, dengan menginstall sebuah adapter pada
slot ekspansi yang kosong. Sebuah adapter, dimana RAM terletak. Hal itu tidak
dapat dipikirkan saat ini.
Berawal tahun 1987, Compaq mengambarkan bagaimana memisahkan bus sistem
dari bus I/O, sehingga bus-bus tersebut dapat mempunyai kecepatan yang
berbeda. Arsitektur multi-bus telah menjadi standar industri sejak itu.
Komputer-komputer pribadi modern juga mempunyai lebih dari satu bus I/O.
Apa yang dilakukan bus I/O? Bus-bus I/O menghubungkan CPU dengan semua
komponen yang lain, kecuali RAM. Data berpindah pada bus-bus I/O dari satu
komponen ke komponen yang lain, dan data dari komponen-komponen lain ke CPU
dan RAM. Bus-bus I/O berbeda dari bus sistem dalam kecepatan. Kecepatannya
akan selalu lebih rendah dari kecepatan bus sistem. Telah bertahun-tahun,
bermacam-macam bus-bus I/O telah dikembangkan.
Pada PC modern, biasanya akan ditemukan empat bus:
Bus ISA, merupakan bus kecepatan rendah yang tua, segera akan dikeluarkan
dari rancangan PC.
Bus PCI, merupakan bus kecepatan tinggi yang baru.
Bus USB (Universal Serial Bus), merupakan bus kecepatan rendah yang baru.
Bus AGP yang hanya digunakan untuk kartu grafis.
Telah disebutkan sebelumnya, bus-bus I/O benar-benar merupakan perluasan
pada bus sistem. Pada motherboard, bus sistem berakhir pada chip kontroler,
yang membentuk jembatan dengan bus-bus I/O.
Semua bus telah menjadi sangat penting dalam pertukaran data di PC.
Sesungguhnya, semua komponen kecuali CPU berkomunikasi dengan komponen
yang lain dan dengan RAM melewati bus-bus I/O yang berbeda. Di bawah ini
terlihat hubungan logika tersebut:
Bus-Bus Mempunyai Peranan Penting Dalam Pertukaran Data Di PC
Bus I/O Secara Fisik
Secara fisik, bus I/O terdiri dari satu atau lebih jalur pada PCB (Printed Circuit
Board)/papan rangkaian tercetak. Jalur-jalur ini digunakan sebagai:
Jalur-jalur data, yang masing-masing jalur dapat memindahkan satu bit tiap saat
Jalur-jalur alamat, yang menentukan dimana data-data harus dikirim
Jalur-jalur lain untuk tik clock, tegangan, sinyal pemeriksa, dll.
Daftar Pustaka
Andrew S. Tanenbaum, “Organisasi Komputer Terstruktur”, Pearson Education Pte.Ltd
Soepono Soeparlan, Pengantar Organisasi Komputer, Penerbit Gunadarma
William Stallings, 2003, architecture and computer organitation, prentice-hall, USA
www.google.co.id
www.id.wikipedia.org
www.yahoo.co.id